
Kotabumi - Dalam rangka mendorong perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung melakukan kunjungan resmi ke Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Pertemuan strategis ini menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama perlindungan hukum bagi karya-karya civitas akademika dan masyarakat luas. Selasa, (10 Februari 2026).
Rektor Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Bapak Irawan Suprapto, menyambut hangat kehadiran tim Kantor Wilayah. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan profil Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang terdiri dari berbagai fakultas unggulan, antara lain Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, dan Fakultas Ilmu Komputer. Seluruh fakultas tersebut terus didorong untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk rencana strategis kampus dalam membuka perkebunan mandiri demi mendukung ketahanan pangan serta optimalisasi SDM lokal dalam mengelola kekayaan alam.
Dorongan inovasi yang masif dari berbagai fakultas tersebut menjadi dasar bagi Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, Bapak Yanvaldi Yanuar, untuk menawarkan pembentukan wadah yang mampu mengakomodir perlindungan hukum atas karya-karya yang dihasilkan. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran sentra kekayaan intelektual sangat krusial untuk memastikan setiap temuan mahasiswa dan dosen memiliki legalitas yang kuat. Selain itu, sentra ini juga menjadi salah satu syarat penting dalam penunjang akreditasi, sehingga kerja sama ini akan memberikan manfaat ganda bagi UM Kotabumi, yakni perlindungan hukum sekaligus peningkatan standar kualitas institusi.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kotabumi menyampaikan bahwa saat ini kampus telah memiliki unit SKIPI (Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah). Kehadiran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung dinilai sangat tepat untuk memberikan dukungan teknis agar unit tersebut lebih fokus dan tajam dalam mengelola Kekayaan Intelektual, sehingga inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dapat terproteksi secara hukum sejak dini, menghindari risiko klaim dari pihak lain, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi saat terjun ke dunia industri.
Dengan pendampingan langsung dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, mahasiswa tidak hanya didorong untuk kreatif dalam menciptakan produk atau karya, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai prosedur pendaftaran hak cipta, merek, paten, maupun desain industri. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berinovasi, sekaligus memperkuat peran universitas sebagai pusat inkubasi ide-ide baru yang orisinal dan terlindungi secara legal. Lebih jauh lagi, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mensosialisasikan pentingnya perlindungan karya kepada masyarakat luas melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Sebagai langkah konkret, pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung menyerahkan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk ditelaah, dianalisis, dan disesuaikan dengan kebutuhan kampus. Melalui draf ini, Universitas Muhammadiyah Kotabumi diharapkan dapat memetakan poin-poin kolaborasi strategis yang paling relevan dengan visi fakultas, sehingga sinergi yang terbangun nantinya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas riset dan pengabdian masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen kedua belah pihak untuk segera merealisasikan poin-poin kesepakatan demi kemajuan pendidikan dan perlindungan hukum di Lampung Utara.
(HUMAS KEMENKUM LAMPUNG/Kontributor Winda)






